Saya
Bangga Terlahir Dari Keluarga Yang Sederhana
Saat
manusia diciptakan, manusia tidak diberi pilihan untuk memilih siapa yang akan
menjadi orang tua mereka saat mereka dilahirkan ke dunia. Mereka juga tidak
bisa memilih bagaimana latar belakang keluarganya, apa pekerjaan orang tuanya,
serta bagaimana status sosial keluarganya.
Banyak
orang yang beranggapan bahwa kekayaan merupakan sumber dari kebahagiaan.
Sehingga saat mereka terlahir di tengah keluarga miskin, mereka akan menyesali
kehidupannya. Di benak mereka akan timbul berbagai pertanyaan, Mengapa saya
terlahir di keluarga miskin? Mengapa saya harus merasakan hidup susah karena
orang tua saya miskin? Seandainya saya jadi anak orang kaya, mungkin hidup saya
akan bahagia.
Hal-hal
itulah yang membuat seorang anak sering menyalahkan orang tuanya karena tidak
bisa memberikan apa yang mereka inginkan. Sehingga membuatnya berandai-andai,
seandainya ia bisa memilih sendiri siapa orang tuanya, tentunya ia tidak akan
memilih untuk menjadi anak orang miskin.
Namun,
penyesalan seperti itu sama sekali tidak ada artinya dan tidak akan merubah
takdir seseorang. Siapapun orang tua kita, kita harus tetap mensyukurinya dan
menyayangi mereka. Belum tentu pula jika kita terlahir di keluarga kaya, kita
bisa merasakan kebahagiaan yang kita inginkan. Karena sekali lagi, kekayaan
bukanlah sumber dari kebahagiaan. Bahagia bukan soal punya banyak materi,
melainkan hati dan pikiran kita sendiri yang bisa membuat kita senantiasa
bahagia.
Ketika
saya terlahir dari sepasang keluarga yang sedehana saya bisa belajar untuk
belajar hidup mandiri, saya tau bagaimana susahnya mencari uang , dengan
demikian apabila kita merasakan apa yang orang tua kita rasakan ketika mencari menafkah
untuk kita, kita akan lebih untuk meikirkan kembali pemberiannya, ketika 6
tahun saya sekolah di sekolah dasar 4 tahun saya manfaatkan untuk belajar untuk
mencari nafkah setelah pulang sekolah, berjualan keliling kampung, walaupun begitu
banyak hinaaan, cacian, ocehan orang yang
terdengar ditelinga saya akan tetapi dengan niat yang tumbuh di hati saya, saya
bisa untuk sabar menanggapinya. 3 tahun sekolah di SMP,
tiga tahun pula saya harus berjuang membiyayai sebagian kebutuhan sekolah saya, dan sekarang 3 tahun saya harus menempuh pendidikan di SMA,
saya pun harus bisa menafkahi diri saya sendiri dengan bekerja di berbagai
jenis pekerjaan yang halal, salah satunya menjadi seorang penjaga malam di
seekolah SMP. Semua itu saya bisa lakukan karena saya terlahir dari sepasang
keluarga yang sederhana dan pekerja keras. Akan tetapi ketika orang yang terlahir dari keluarga mewah
dan serba kecekupuan apakah mungkin, mau melakukan semua itu. Maka dari itu
saya sangat beruntung dan bangga terlahir keluarga saya yang hidup sederhaha.
Terimakasih
telah membaca, semoga anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tulisan
saya, dan tulisan ini bukan hanya sekedar tulisan, akan tetapi menjadi tulisan
yang bermanfaat dan membawa kearah yang lebih baik.

No comments:
Write comments