Thursday, December 8, 2016

Keluara Sederhana Itu Membanggakan

Saya Bangga Terlahir Dari Keluarga Yang Sederhana

Saat manusia diciptakan, manusia tidak diberi pilihan untuk memilih siapa yang akan menjadi orang tua mereka saat mereka dilahirkan ke dunia. Mereka juga tidak bisa memilih bagaimana latar belakang keluarganya, apa pekerjaan orang tuanya, serta bagaimana status sosial keluarganya.
Banyak orang yang beranggapan bahwa kekayaan merupakan sumber dari kebahagiaan. Sehingga saat mereka terlahir di tengah keluarga miskin, mereka akan menyesali kehidupannya. Di benak mereka akan timbul berbagai pertanyaan, Mengapa saya terlahir di keluarga miskin? Mengapa saya harus merasakan hidup susah karena orang tua saya miskin? Seandainya saya jadi anak orang kaya, mungkin hidup saya akan bahagia.
Hal-hal itulah yang membuat seorang anak sering menyalahkan orang tuanya karena tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan. Sehingga membuatnya berandai-andai, seandainya ia bisa memilih sendiri siapa orang tuanya, tentunya ia tidak akan memilih untuk menjadi anak orang miskin.
Namun, penyesalan seperti itu sama sekali tidak ada artinya dan tidak akan merubah takdir seseorang. Siapapun orang tua kita, kita harus tetap mensyukurinya dan menyayangi mereka. Belum tentu pula jika kita terlahir di keluarga kaya, kita bisa merasakan kebahagiaan yang kita inginkan. Karena sekali lagi, kekayaan bukanlah sumber dari kebahagiaan. Bahagia bukan soal punya banyak materi, melainkan hati dan pikiran kita sendiri yang bisa membuat kita senantiasa bahagia.
Ketika saya terlahir dari sepasang keluarga yang sedehana saya bisa belajar  untuk  belajar hidup mandiri, saya tau bagaimana susahnya mencari uang , dengan demikian apabila kita merasakan apa yang orang tua kita rasakan ketika mencari menafkah untuk kita, kita akan lebih untuk meikirkan kembali pemberiannya, ketika 6 tahun saya sekolah di sekolah dasar 4 tahun saya manfaatkan untuk belajar untuk mencari nafkah setelah pulang sekolah, berjualan keliling kampung, walaupun begitu banyak hinaaan,  cacian, ocehan orang yang terdengar ditelinga saya akan tetapi dengan niat yang tumbuh di hati saya, saya  bisa untuk  sabar menanggapinya. 3 tahun sekolah di SMP, tiga tahun pula saya harus berjuang membiyayai sebagian kebutuhan sekolah   saya, dan sekarang  3 tahun saya harus menempuh pendidikan di SMA, saya pun harus bisa menafkahi diri saya sendiri dengan bekerja di berbagai jenis pekerjaan yang halal, salah satunya menjadi seorang penjaga malam di seekolah SMP. Semua itu saya bisa lakukan karena saya terlahir dari sepasang keluarga yang sederhana dan pekerja keras. Akan tetapi  ketika orang yang terlahir dari keluarga mewah dan serba kecekupuan apakah mungkin, mau melakukan semua itu. Maka dari itu saya sangat beruntung dan bangga terlahir keluarga saya yang hidup sederhaha.

Terimakasih telah membaca, semoga anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari tulisan saya, dan tulisan ini bukan hanya sekedar tulisan, akan tetapi menjadi tulisan yang bermanfaat dan membawa kearah yang lebih baik.

No comments:
Write comments

Labels